SELAMAT DATANG DIBLOGGER MAWAN_MAONEZ.COM SEMOGA BLOG INI BISA BERMANFAAT UNTUK KALIAN SEMUA. TERIMA KASIH ANDA SUDAH BERKUNJUNG DIBLOG KAMI

Minggu, 17 Juli 2011

Cara Untuk Mengatasi Alergi Pada Tubuh Kita

Alergi atau hipersensitivitas tipe I adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik)atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia berkasi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen. Alergi disebabkan oleh produksi antibodi berjenis IgE.

Alergi timbul bila ada kontak terhadap zat tertentu yang biasanya, pada orang normal tidak menimbulkan reaksi. Zat penyebab alergi ini disebut allergen. Allergen bisa berasal dari berbagai jenis dan masuk ke tubuh dengan berbagai cara. Bisa saja melalui saluran pernapasan, berasal dari makanan, melalui suntikan atau bisa juga timbul akibat adanya kontak dengan kulit seperti; kosmetik, logam perhiasan atau jam tangan, dll. Zat yang paling sering menyebabkan alergi: Serbuk tanaman; jenis rumput tertentu; jenis pohon yang berkulit halus dan tipis; serbuk spora; penisilin; seafood; telur; kacang panjang, kacang tanah, kacang kedelai dan kacang-kacangan lainnya; susu; jagung dan tepung jagung;sengatan insekta; bulu binatang; kecoa; debu dan kutu. Yang juga tidak kalah sering adalah zat aditif pada makanan, penyedap, pewarna dan pengawet.

Menentukan penyebab alergi dapat dilakukan dengan cara berikut :

* Menghindari zat yang dicurigai sebagai allergen, kemudian setelah gejala hilang mencoba kembali zat tersebut. Misalnya saja, bila yang dicurigai sebagai allergen adalah makanan, maka sebaiknya berhenti memakan makanan tersebut. Setelah gejalanya hilang, coba kembali memakannya dan melihat apakah terjadi reaksi yang sama.
* Melakukan tes alergi dan melihat riwayat keluarga serta riwayat frekuensi serangan terjadi. Bila salah satu dari orang tua menderita alergi, maka kemungkinan risiko penyakit tersebut diturunkan pada anak sekitar 25%*-30%. Sementara itu, bila kedua orang tua adalah penderita, maka risiko meningkat menjadi 60%*-70%. Selain itu perlu dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang antara lain tes alergi pada kulit, foto rontgen, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan lebih lanjut bila dibutuhkan. Tes pada kulit merupakan pemeriksaan yang sangat sederhana untuk mendiagnosa alergi. Dengan memberikan zat-zat tertentu pada kulit seseorang, dapat diketahui zat yang merupakan allergen pada orang tersebut. Zat dalam jumlah kecil disuntikkan. Bila terjadi pembengkakan pada bagian yang diberi suntikan, maka zat tersebut adalah merupakan allergen.

Mengatasi Alergi

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi :

* Menjaga kelembaban ruangan dengan mengatur sirkulasi angin dan udara.
* Menjaga kebersihan pakaian dan mengganti sprei sedikitnya seminggu sekali.
* Mebersihkan pekarangan dan memastikan tidak ada tumpukan sampah dan genangan air yang akan menjadi tempat timbulnya jamur.
* Konsultasi dengan dokter dan melakukan tes alergi untuk mengetahui allergen-allergen yang harus dihindari. Gejala yang mungkin terjadi akibat alergi adalah: rasa gatal pada tenggorokan; gatal pada mulut; gatal pada mata; gatal pada kulit atau bagian tubuh lainnya; sakit kepala; hidung tersumbat atau hidung meler; sesak napas; bengek; kesulitan menelan; mendadak pilek dan bersin-bersin, dll. Pengobatan alergi tergantung pada jenis dan berat gejalanya. Tujuan pengobatannya bukanlah menyembuhkan melainkan mengurangi gejala dan menghindari serangan yang lebih berat di masa yang akan datang. Gejala yang ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejala akan menghilang beberapa saat kemudian.

Pemberian Antihistamin dapat membantu meringankan berbagai gejala. High-Desert Aller Bee-Gone Penanganan alergi yang paling tepat bukanlah dengan obat-obatan melainkan dengan cara menghindari allergen. Secara teoritis, alergi memang tidak bisa dihilangkan, tetapi dapat dikurangi frekuensi dan berat serangannya. Namun sering sekali dalam keseharian, allergen sulit dihindari. Untuk itu, diperlukan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah alergi.
PENCEGAHAN

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi :

* Jagalah kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun diluar rumah. Hal ini termasuk tidak menumpuk banyak barang di dalam rumah ataupun kamar tidur yang dapat menjadi sarang bertumpuknya debu sebagai rangsangan timbulnya reaksi alergi.Usahakan jangan memelihara binatang di dalam rumah ataupun meletakkan kandang hewan peliharaan di sekitar rumah anda.
* Kebersihan diri juga harus diperhatikan, untuk menghindari tertumpuknya daki yang dapat pula menjadi sumber rangsangan terjadinya reaksi alergi.Untuk mandi, haruslah menggunakan air hangat seumur hidup, dan usahakan mandi sore sebelum PK.17.00'. Sabun dan shampoo yang digunakan sebaiknya adalah sabun dan shampoo untuk bayi.Dilarang menggunakan cat rambut.
* Jangan menggunakan pewangi ruangan ataupun parfum, obat-obat anti nyamuk. Jika di rumah anda terdapat banyak nyamuk, gunakanlah raket anti nyamuk.
* Gunakan kasur atau bantal dari bahan busa, bukan kapuk.
* Gunakan sprei dari bahan katun dan cucilah minimal seminggu sekali dengan air hangat akan efektif.
* Hindari menggunakan pakaian dari bahan wool, gunakanlah pakaian dari bahan katun.
* Pendingin udara (AC) dapat digunakan, tetapi tidak boleh terlalu dingin dan tidak boleh lebih dari PK.24.00'
* Awasi setiap makanan atau minuman maupun obat-obatan yang menimbulkan reaksi alergi. Hindarilah bahan manakan, minuman, maupun obat-obatan tersebut. Anda harus mematuhi aturan diet alergi anda.
* Temui ahli. Konsultasikan dengan spesialis. Alergi yang muncul membutuhkan perawatan yang berbeda-beda pada masing-masing penderita alergi. Mintalah dokter anda untuk melakukan imunoterapi untuk menurunkan kepekaan anda terhadap bahan-bahan pemicu reaksi alergi, misalnya: dengan melakukan suntikan menggunakan ekstrak debu rumah atau dengan melakukan imunisasi Baccillus Calmette Guirine (BCG) minimal sebanyak 3 kali (1 kali sebulan) berturut-turut,dan diulang setiap 6 bulan sekali.

PENGOBATAN

Pengobatan alergi dilakukan dengan farmakoterapi yang memperhitungkan keamanan, efektifitas dan kemudahan dalam pemberiannya ; imunoterapi serta edukasi pasien. Salah satu farmakoterapi yang dianjurkan dalam pengobatan alergi adalah dengan obat anti histamin dari generasi terbaru seperti cetirizin.

Berbeda dengan antihistamin klasik / generasi pertama (misalnya chlorpheniramine, cyproheptadine, dexclorpheniramine, dll), antihistamin generasi kedua / terbaru umumnya memiliki efek sedatif yang rendah (efek mengantuk rendah), efektif dan sebagian bersifat anti - inflamasi ringan. Saat ini salah satu obat anti histamin, yaitu cetirizin telah masuk ke dalam kategori obat wajib apotek dari Badan POM sehingga dapat dibeli di apotek dalam jumlah tertentu dengan melalui resep dokter.

Inilah Cara Akurat Untuk Menyaring Darah




UNTUK meminimalkan terpaparnya penyakit dari darah donor, kini bisa dilakukan dengan nucleic acid testing atau NAT. Sebuah teknologi yang dipercaya akurat dan aman untuk menyaring darah. Donor darah merupakan proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian dipakai pada transfusi darah. Dalam proses transfusi darah, bukan tidak mungkin beberapa darah donor terinfeksi virus. Ujungnya, penerima donor pun berisiko terpapar virus tersebut.

“Kantung-kantung darah hasil donor bisa saja mengandung hepatitis B hepatitis C dan HIV. Itu sebabnya Palang Merah Indonesia (PMI) mempunyai mekanisme yang ketat untuk skrining di laboratorium,” ucap Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Ditjen Bina Upaya Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Dr Bambang Sardjono MPH.

Sardjono mengatakan, pemberian transfusi darah mempunyai risiko penularan penyakit. Di antaranya penyakit infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD), terutama HIV/AIDS, hepatitis C, hepatitis B, sifilis, dan malaria. Dalam transfusi darah, keamanan tindakan transfusi darah bergantung pada seleksi donor, proses dari pengeluaran darah dari vena donor sampai dengan tindakan memasukkan darah ke vena pasien, juga ketepatan indikasi.

“Pelayanan darah yang aman adalah bagian dari penyelenggaraan upaya kesehatan, dan itu tercantum dalam undang-undang,” ucapnya dalam acara Red Cross Day Seminar bertema “Screening Up Date for Blood Safety” yang diadakan PMI dan didukung oleh Novartis Indonesia di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Sardjono menyebutkan, pelayanan donor darah aman, penting sekali diperhatikan. Pelayanan donor darah aman merupakan pelayanan donor darah yang memenuhi prinsip darah berasal dari pendonor darah sukarela, berbadan dan berprilaku sehat.

Selain itu pendonor memenuhi kriteria sebagai pendonor darah berisiko rendah (low risk donor) terhadap infeksi yang ditularkan melalui transfusi darah. Selama ini uji saring yang dilakukan berupa skrining darah yang telah memenuhi standar WHO.

Di antaranya dengan metode ELISA (enzyme linked immuno sorbent assay), yaitu metode yang umum dipakai untuk mendeteksi antigen atau antibodi yang dihasilkan tubuh sebagai tanggapan atas kehadiran virus. Karena itu, perlu jangka waktu tertentu dari awal terjangkitnya infeksi sampai terdeteksinya antigen atau antibodi dalam darah yang disebut dengan window period.

Untuk meningkatkan standar keamanan suplai darah sesuai standar internasional, PMI menggandeng perusahaan multinasional Novartis Diagnostics untuk menggunakan rangkaian teknologi penapisan darah Novartis Diagnostics Procleix berbasis nucleid acid testing (NAT) di 15 unit donor darah (UDD) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Jean-Luc Devleeschauwer, Kepala Pengembangan Komersial Novartis Diagnostics di Asia Pasifik, menyebutkan, manfaat utama NAT adalah kemampuannya mengurangi risiko terjadinya infeksi pada masa jendela (window period).

“Keakuratannya terbukti mencapai 99,99 persen,” katanya.

Jean-Luc mengatakan, saat ini PMI akan memakai Novartis Procleix Ultrio Assay untuk menyaring setiap unit darah pendonor dari HIV-1 (virus yang menyebabkan AIDS) dan virus hepatitis B dan C. Tes tersebut dilakukan oleh sistem Procleix Tigris secara terpadu dan otomatis sehingga dapat menyederhanakan cara kerja, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi risiko kontaminasi dari sampel darah dibandingkan dengan penanganan secara manual.

“Dengan penyaringan ini, diharapkan lebih banyak orang dapat terbantu karena stok darah yang aman, serta semakin banyak orang yang sadar dan mau menyumbangkan darahnya secara teratur,” ucapnya.

Beberapa keunggulan metode NAT, antara lain lebih sensitif dalam mendeteksi virus walaupun kadarnya sangat sedikit dalam darah. Selain itu, NAT dapat mendeteksi lebih dini asam nukleat virus sehingga mengurangi window period.

Dan, proses pemeriksaan dengan metode NAT dilakukan secara fullotomatis dan sistem tertutup sehingga mengurangi kontaminasi. Penyediaan UDD berteknologi NAT merupakan awal mula guna mewujudkan persediaan darah yang aman bagi publik. Selain itu, PMI dapat menjadikan transfusi darah lebih aman bagi para pasien.

Dengan begitu, pasokan darah pun memadai dalam hal kuantitas, bebas dari virus HIV, hepatitis, dan infeksi berbahaya lainnya.

Sabtu, 16 Juli 2011

Juara Mobil Terhemat Se-Asia Tiba di Surabaya


SURABAYA, RIMANEWS- Mobil "Sapu Angin 4" dari Jurusan Teknik Mesin ITS Surabaya yang menjadi juara mobil hemat se-Asia di Malaysia pada 7-9 Juli, akan tiba di kampus ITS Surabaya pada 14 Juli mendatang.
"Pak Rektor bersama civitas academica serta didukung teman-teman dari TNI AL akan menyambut kedatangan tim Sapu Angin 4 itu," kata Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS Prof Herman Sasongko di Surabaya, Senin.
Dalam ajang "Shell Eco-Marathon" (SEM) Asia di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, 7-9 Juli, katanya, mobil "Sapu Angin 4" mengumpulkan nilai efisiensi 150 kmpl (kilometer per liter).
"Tim Sapu Angin 4 mengalahkan tujuh tim lainnya yang bersaing di kelas itu," katanya saat melapor ke Rektor ITS Prof Triyogi Yuwono.
Untuk kategori yang sama, katanya, tim ITS melalui mobil "Sapu Angin 3" juga meraih posisi ketiga dengan nilai efisiensi 113 kmpl.
"Untuk kategori ini, tim ITS menjadi juara bertahan, karena tahun lalu menempatkan Sapu Angin 2 sebagai mobil paling irit (hemat)," katanya.
Kemenangan tim ITS itu kian lengkap setelah ditetapkan sebagai juara dalam kelas "alternative diesel fuel urban concept" karena menggunakan bahan bakar FAME (Fatty Acid Methyl Ester) alias biodiesel.
"Kami menggunakan bahan bakar biodiesel karena lebih ramah lingkungan," kata Rektor ITS Prof Triyogi Yuwono menambahkan.
Tahun ini, ITS menurunkan tiga mobil yakni Sapu Angin 3, 4, dan 5. Sapu Angin 3 bermesin diesel 200 cc, Sapu Angin 4 bermesin 100 cc, dan Sapu Angin 5 bermesin 90 cc empat langkah.
"Mesin Sapu Angin 5 itu buatan sendiri arek-arek ITS dengan nama Paijo-Experiment (PEX) 90 dan menggunakan sistem kontrol buatan sendiri bernama IQUTECH-E alias `iki utekke` (ini otaknya)," katanya.
Hasilnya, Sapu Angin 5 masuk urutan 8 Asia dan nomor 1 Indonesia untuk kelas prototipe berbahan bakar bensin.
SEM merupakan ajang inovasi, imajinasi, dan kreasi menciptakan kendaraan masa depan yang hemat energi, menempuh jarak terjauh, dan ramah lingkungan.
SEM telah ada sejak 1985 di Prancis, lalu Shell membawa ke Amerika pada tahun 2007 dan tahun 2010 hadir di Asia dengan Malaysia sebagai tuan rumah selama tiga tahun dan selanjutnya akan digelar bergantian di negara-negara Asia.

Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda - Kemampuan Visual yang Luar Biasa

Anak-anak penyandang autisme menggunakan otaknya dengan cara yang berbeda dengan orang biasa. Hal ini mungkin menjelaskan kemampuan menghapal dan menggambar objek dengan sangat detail.

menurut para peneliti dari University of Montreal, Kanada, pada penyandang autisme, area otak yang berkaitan dengan fungsi informasi visual sangat berkembang. Sementara itu, bagian otak lainnya kurang aktif terutama pada area yang berkaitan dengan pembuatan keputusan dan perencanaan.


korteks visual primer yaitu area di belakang otak yang memproses apa yang kita lihat di sekitar kita, diketahui berbeda-beda ukurannya hingga tiga kali lipat antara satu orang dengan lainnya.


Hal tersebut menjelaskan keunggulan penyandang autisme biasanya dalam hal tugas-tugas visual, misalnya menggambar sesuatu dengan sangat akurat dan detail. Akan tetapi, anak autis biasanya kesulitan menerjemahkan ekspresi wajah.


Kondisi otak tersebut bervariasi pada tiap individu sehingga ada penderita autisme yang sama sekali tidak bisa mengambil peran dalam kehidupan sosial.


Diagnosa Autisme Sesuai DSM IV

A. Interaksi Sosial (minimal 2):
Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal: kontak mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gerak-gerik kurang tertuju
Kesulitan bermain dengan teman sebaya
Tidak ada empati, perilaku berbagi kesenangan/minat
Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional 2 arah
B. Komunikasi Sosial (minimal 1):
Tidak/terlambat bicara, tidak berusaha berkomunikasi non verbal
Bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi/inisiasi, egosentris
Bahasa aneh & diulang-ulang/stereotip
Cara bermain kurang variatif/imajinatif, kurang imitasi social
C. Imaginasi, berpikir fleksibel dan bermain imaginatif (minimal 1):
Mempertahankan 1 minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan, baik intensitas dan fokusnya
Terpaku pada suatu kegiatan ritualistik/rutinitas yang tidak berguna
Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan berulang-ulang. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian tertentu dari suatu benda

Para pakar autisme menyambut baik hasil riset ini. "Studi ini menekankan bahwa autisme seharusnya tidak dipandang sebagai kesulitan perilaku tapi berkaitan dengan keunggulan dalam satu kemampuan tertentu," kata Dr.Christine Ecker dari Institute of Psychiatry di Kings College London.


"Mengetahui kekuatan dan kesulitan dari seseorang dengan autisme dapat membantu untuk lebih memahami kebutuhan mereka dan membantu mereka memaksimalkan potensi mereka," Dr Ecker.


Penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Human Brain Mapping ini merupakan hasil dari 15 tahun data yang mempelajari cara kerja otak autis.


Carol Povey dari National Autistic Society mengatakan penelitian ini menarik karena mulai menunjukkan mengapa orang dengan autisme sering menunjukkan satu bagian yang kuat untuk fokus dan perhatian.


"Beberapa orang dewasa dengan autisme mengembangkan cara-cara sendiri untuk mengatasi pengalaman ini, beberapa mencari tempat tenang dan tenang, sementara yang lainnya menemukan outlet kreatif, seperti seni, yang dapat membantu mereka memproses kedua informasi serta memberikan orang lain wawasan bagaimana mereka melihat dunia," jelas Povey.


Pemahaman yang lebih untuk memahami autisme mempengaruhi cara pemrosesan sensori. Semakin banyak orang dengan autisme, keluarga dan profesional dapat mengembangkan strategi untuk membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih mudah.

Senin, 04 Juli 2011

D-Link Dir-300 Wireless G Router Up To 54 Mbps1 Speed

How to forward ports in wifi router for DC++ , LimeWire , UTorrent 



Just bought a new wireless router? and facing problems of not downloading/uploading, port not forwarded, in utorrent or dc++ client? So here's the tutorial to solve this problem easily.

Most of the routers have same settings but have different English word for the same function. Here, I will be configuring ports in DIR-300 router.


1.>> Connect to your router via wireless or wired (one of the 4 ports).

2.>> Now open a browser and type 192.168.0.1 in the address bar of the browser.( this ip address may be different for your manual so please make a note of it.

BELKIN = 192.168.2.1
NETGEAR = 192.168.1.1
LINKSYS = 192.168.1.1
DLINK = 192.168.0.1
Iball = 192.168.1.1
3.>> A router page then opens like this, and select "Advance" tab above and then select "Port forwarding" option to see screen like this:











4.>> Make entries for each type of application such as dc++ and Utorrent.

5.>> Check the box and name the entry like "dc++" and then from the drop down menu of "Computer NAME" select your pc and press "<<" button or you can type it down as well.

6.>> Enter the starting and ending port range such as 1000 ~ 1003 for dc++ and 2000 ~ 2003 for utorrent.

7.>> Select "Traffic type" as "Any" or "udp/tcp".

8.>> Save settings and allow the router to resart once with finalized settings.



9.>> Now in dc++ settings as shown below select the connection settings and selct "Firewall with manual Port fowarding" Enter any ports between 1000 and 1003, for example i chosed 1000,1001,1002,1003, and so on.

10.>> Under External/wanip option press "get ip" button and copy the same ip(external) to above for the "Bind Address" and click OK to save the settings and restart DC++ client to finalize the settings.

11.>> Similarly for utorrent client, make the following changes in the connection settings. Remember to untick the "Randomize port at each start".

12.>> Enter any port between 2000 to 2003 in the port field., Press apply and then ok to finalize the settings and restart Utorrent client.

Rabu, 22 Juni 2011

Penyakit AIDS

Kali ini saya akan mencoba membahas mengenai pengertian penyakit AIDS, penyebab penyakit AIDS, Pola atau cara penularan penyakit AIDS serta penanganan dan pengobatan yang diberikan kepada penderita penyakit HIV+ atau AIDS.

AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia, yang mana virus ini menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun.

Virus HIV menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak Virus HIV baru, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, Tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatnya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa.

Ketika tubuh manusia terkena virus HIV maka tidaklah langsung menyebabkan atau menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan.
  • Cara Penularan virus HIV AIDS

  • 1. Melalui darah. misalnya ; Transfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.

    2. Melalui cairan semen, air mani (sperma atau peju Pria). misalnya ; seorang Pria berhubungan badan dengan pasangannya tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainnya, oral sex, dsb

    3. Melalui cairan vagina pada Wanita. misalnya ; Wanita yang berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dsb.

    4. Melalui Air Susu Ibu (ASI). misalnya ; Bayi meminum ASI dari wanita hiv+, Pria meminum susu ASI pasangannya, dsb.

    Adapun cairan tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ antara lain Saliva (air liur atau air ludah), Feses (kotoran atau tinja), Air mata, Air keringat
    serta Urine (Air seni atau air kencing).

  • Tanda dan Gejala Penyakit AIDS

  • Seseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas, penderita hanya mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV tersebut. Setelah kondisi membaik, orang yang terkena virus HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan perlahan kekebelan tubuhnya menurun/lemah hingga jatuh sakit karena serangan demam yang berulang. Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.

    Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita penyakit AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini :

    1. Saluran pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.

    2. Saluran Pencernaan. Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.

    3. Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.

    4. System Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.

    5. System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau carar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis.

    6. Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah 'pelvic inflammatory disease (PID)' dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal).

  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit AIDS

  • Kendatipun dari berbagai negara terus melakukan researchnya dalam mengatasi HIV AIDS, namun hingga saat ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS. Adapun tujuan pemberian obat-obatan pada penderita AIDS adalah untuk membantu memperbaiki daya tahan tubuh, meningkatkan kualitas hidup bagi meraka yang diketahui terserang virus HIV dalam upaya mengurangi angka kelahiran dan kematian.

    Kita semua diharapkan untuk tidak mengucilkan dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan bantuan dan dukungan agar bisa melanjutkan hidup tanpa banyak beban dan berpulang ke rahmatullah dengan ikhlas.

    Vierra - Terlalu Lama Lyrics

    sudah lama ku menanti dirimu
    tahu tahu sampai kapankah
    sudah lama kita bersama-sama
    tapi segini sajakah

    * entah sampai kapan ooo

    entah sampai kapan

    reff:

    hari ini ku akan menyatakan cinta, nyatakan cinta
    aku tak mau menunggu terlalu lama, terlalu lama

    sadarkah kau, ku adalah wanita

    aku tak mungkin memulai
    sadarkah kau, kau menggantung diriku
    aku tak mau menunggu

    repeat *

    repeat reff

    (hari ini ku akan menyatakan cinta, nyatakan cinta)

    aku tak mau menunggu terlalu lama, terlalu lama

    repeat reff